Warbyasah… dengan Honda Blade Suami istri ini Riding sambil pelesiran dari Tangerang-Surabaya PP

      lintangcruisers.com // Melakukan perjalanan jauh sekaligus jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor memang nampak merupakan sebuah hobby yang memberikan kepuasan tersendiri bagi seseorang. Ya tak peduli basic,usia dan motor yang di gunakan. Adalah om Allan J Mambu dari tangerang ini adalah seorang pemilik Honda Blade lansiran tahun 2013. Dengan Honda Blade nya om Allan telah banyak melakukan perjalanan menjelajah pulau Jawa dan bahkan pernah ke pulau Sumatera dengan tujuan sebenarnya adalah 0 km nya Indonesia. Tapi karena ada sesuatu hal maka niat si Bapak ini di batalkan. Seperti baru-baru ini si bapak melakukan perjalanan Tangerang Surabaya pulang pergi lho brad’s. Nah uniknya Bapak ini melakukan perjalananya di temani oleh istrinya lho… hehe romantis kan. Perjalanan Tangerang Surabaya ini Belau tempuh dengan memakan waktu sekitar 3 mingguan dengan rute yang di ambil berbeda-beda brad’s,yaitu menuruti kemauanya yang selalu ingin melewati tempat dan jalur yang baru dan singgah di hotel-hotel maupun rumah makan dengan sesuka hatinya. Sepertinya Bapak ini memang senang melakukan perjalanan sambil menikmati suasana serta keindahan kota-kota yang di lewati maupun di singgahinya. Untuk perjalanan kali ini Beliau menghabiskan biaya untuk  BBM adalah sekitar Rp 500.000,- saja. Nah berikut salah satu postingan Beliau di salah satu group fb  yang ingin berbagi tentang pengalaman dan  kekagumanya pada rute,panorama keindahan alam yang mereka lalui ,keromantisan mereka serta tentang  ketangguhan Honda Blade kesayanganya brad’s. Sebelumnya terimalah salam hormat saya Om hehehe

SalamSatuAspal.                                                                                                                                                                   Izinkan saya untuk berbagi pengalaman sewaktu ngeride ribuan kilometer dengan Honda Blade kesayangan saya.

Semoga cerita pengalaman saya ini bermanfaat bagi member grup yang keceh ini. Ngaspal Sama Blade Itu Sesuatu Banget. Masih dengan kuda besiku Honda Blade keluaran thn 2013 yang tangguh dan setia, pagi itu kami meninggalkan kota Batu dari hotel tempat kami bermalam menuju kota Solo dengan jarak tempuh ± 246 km. Pagi itu, di udara Batu yang dingin kami bersiap untuk kembali melanjutkan trip yang ke lima, Tangerang – Surabaya pergi pulang, belum lagi matahari menampakkan dirinya kami sudah bersiap di atas tunggangan kami ngaspal di sepanjang perbukitan antara Batu dan Pare.

Sepanjang jalan yang menanjak, menurun dan meliak liuk tajam membawa kami pada suasana yang happy banget, dengan istri yang setia kami menceritakan keagungan Tuhan. Semakin jauh kami ngaspal, semakin banyak kami diterpa angin, udara yang dingin dan lembab, badan ini semakin terasa menggigil saja, sekali sekali ku raih jari jemari istriku untuk memastikan seberapa dinginnya dia, ternyata memang benar dingin sekali, tapi bisa menjadi sedikit hangat oleh karena jari jemari kami saling menggenggam, tentunya dengan mengurangi kecepatan agar terkendali dan aman.

Memasuki Pare yang ketinggiannya lebih rendah disertai dengan menyembulnya sang surya pagi, membuat rasa dingin kami berkurang.

Kuda besiku yang setia terus melaju dan melaju melewati beberapa kota yang kembali kami diperhadapkan dengan kondisi jalan yang kurang menunjang, karena banyak gelombang dan jalan yang berlubang yang sangat berbahaya bagi semua kendaraan, di jalur tengah pulau Jawa bagian timur.

Benar benar perjalanan yang sangat melelahkan, selain jalan yang tidak menunjang untuk kami memacu dengan kecepatan tinggi, di tambah dengan sinar mentari yang sudah mulai meninggi, tanda kami harus mengalami panasnya terik matahari, tapi kami menyadari bahwa itulah kebesaran Tuhan bagi umat umatNya untuk kami nikmati dan syukuri.

Berpacu dengan waktu dan kendaraan besar, kami harus pandai pandai berkendara untuk mencapai satu tujuan, ngebolang yang menyenangkan dan aman.

Berkendara di perjalanan yang jauh memerlukan kesabaran yang ekstra, demi keselamatan dan setiap rambu rambu lalu lintas pun patut di patuhi oleh semua pengendara, dari lampu merah, rambu belok kiri, belok kanan, belok kiri tidak boleh langsung, belok kiri boleh langsung harus dipatuhi, belum lagi diperlintasan kereta api, sering kali kami mematuhi larangan melintas dengan tidak menyerobot palang pintu, tapi ini jangan di contoh, satu kali saya menerobos palang pintu kereta api yang memang saya sudah perkirakan, kereta masih jauh, tapi apa mau di kata, kami bisa melewatinya tapi setelah melewati lintasan, istri dengan cubitannya tepat masuk kesasaran, mencubit perut saya bagian belakang, rasanya ya lumayan perih perih pedas.

Singkat cerita, siang hari yang menyengat, membuat kami menepikan kendaraan dan mampir untuk beristirahat menikmati es degan atau kelapa muda kesukaan istri.
Sebelum masuk ke kedai ini saya katakan kepada istri saya dengan seenaknya, kalo kamu banyak minum kelapa muda nanti kamu akan keliatan muda lagi, jadi aku semakin sayang sama kamu, istriku gaw mau kalah, emangnya kalo aku aduh tua kamu mau apa ?

Kabuuuurrrr ….

Tempat dimana kami beristirahat tepatnya di jalan Raya Saradan, Kab. Madiun, sudah kurang lebih separoh perjalanan.

Perjalanan yang masih panjang untuk sampai di Solo.
#16Desember2016.
#TangerangSurabaya.
#HotelTresnoPutro.
#Batu.
#Solo
#HondaMemangTangguh.
#HondaBlade.
#BladeLover.

 

Nah itu tadi pengalaman dari Bapak Allan J Mambu yang nampaknya memang sangat menikmati hidupnya dengan melakukan perjalanan dengan istri tercintanya brad’s. Jika di lihat dari postingan2 Bapak ini sepertinya seorang suami yang romantis dan suka humor dan gaul juga hehehe… Gimana dengan  Honda Blade nya…? cukup tangguh bukan..? ternyata Bapak ini juga tak kalah tangguh lho. yaps ya sudah semoga cerita ini bisa menginspirasi bagi brad’s semua agar segera melakukan touring sejauh mungkin .. Makasih dah mampir n salam cah mbeling..

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *