Review konsumsi BBM Jupiter Z1 saat touring boncengan dengan riding mode SKD

 

    Lintangcruisers.com // Yamaha Jupiter Z1 adalah generasi ke 5 dari jupiter series atau ke empat bagi generasi Jupiter yang menyandang gelar Z. Jupiter Z1 sendiri telah mengalami beberapa penyempurnaan  yaitu telah menggunakan sistem pengkabutan bahan bakar Injeksi serta buritan dan desain yang makin ganteng dan balance brad’s. Ya sebuah kiriman dari seorang suhu dari area Bogor timur ini sedikit mengulas tentang konsumsi BBM Yamaha Jupiter Z1 lansiran 2015 saat di gunakan untuk touring ke puncak dengan berboncengan brad’s. Sebelumnya perkenalkan dulu sang rider Jupiter Z1 ini adalah kang Deyus 😎 yang sebenarnya salah satu teman saya yang gagal (gagal kopdar) 😂😂😂. Ya tungganganya sendiri menyandang sebuah nama keramat hasil dari buah pemikiran seorang suhu dari Bumi Tasik Malaya yaitu kang Asep pemilik redaksi Warung asep  yang memberi nama motor ini Jet Wahid. Okeh langsung ke TKP saja deh.

Jet Wahid ini di bawa touring ke Taman Safari melalui Jalur : jonggol – cileungsi – sentul – babakan madang – gadog – puncak – taman safari dan saat pulang pun melalui jalur yg sama…
Jalur ke arah puncak dan sebaliknya pun tentu sudah tak asing lagi bagi kita ya yang hobby klayaban #eh.. Pastinya dengan menikmati kondisi trek yg dilalui dengan banyak tanjakan,turunan,tikungan ekstrim di bukit pelangi,serta jalan yang sedikit tersendat macet (arah puncak). Sementara Jet wahid sendiri harus mengusung beban yang cukup berat yaitu dengan bobot rider (60kg) + boncengan (71) + barang bawaan kurleb 10kg serta bobot motor sendiri sekitar 102 Kg. Jadi total beban sekitar 243 Kg,saya rasa ini termasuk beban yang lumayan berat untuk melakukan penyiksaan pada motor ini.Oh iya sebagai tambahan informasi motor ini menggunakan 1 riding mode yaitu : (SKD) sak karepe dewe atau yak-yaan dalam bahasa Klaten brad’s.

Start penghitungan di mulai dari SPBU di jonggol yaitu pengisian BBM berjenis pertamax dengan metode full to full yaitu Rp 22.068,- yang mendapatkan 2,675 liter untuk memenuhi kapasitas tanki yaitu 4,1 liter jadi awalnya bensin masih ada sekitar 1,425 liter brad’s. Odometer sendiri menunjuk di angka 41.037 Km saat pemberangkatan dan saat kembali ke titik yang sama yaitu SPBU di jonggol Odometer menunjukan angka  41.195 Km,jadi jarak tempuh mencapai sekitar 158 Km dengan posisi jarum indikator BBM mendekati posisi E yang membuat rider ini ketar ketir karena takut kehabisan BBM saat memasuki daerah Cileungsi. Tapi karena ingin membuktikan konsumsi BBM si Jet wahid saat di pakai touring berboncengan akhirnya bisa juga finish di SPBU di titik awal keberangkatan. Kemudian untuk penghitungan selanjutnya tanki di Jet wahid pun di isi Fulltank yaitu Rp 27.736,- dengan isian 3,362 liter jadi BBM tersisa hitungan kasarnya adalah 0,738 liter. Jadi dengan kapasitas fulltank 4,1 – 0,738 = 3,362 liter. Jadi dengan 3,362 liter bisa menempuh jarak sejauh 158 km, atau jika di hitung perliternya yaitu 158/3,362= 46,995xxx. Jika di bulatkan konsumsi BBM nya adalah 47 km/liter.

Nah bagaimana menurut brad’s semua…? Kalau menurut LC pribadi sih cukup irit lah dan memang tidak mengherankan karena motor ini menganut mesin 113,7 cc dengan bore 50,00 mm dan stroke 57,9 mm motor ini cukup bersahabat dan enteng saat melibas tanjakan serta untuk berkendara dengan gaya stop n go bukanlah suatu masalah. Jadi kesimpulanya walaupun boncenger dengan bobot 70an kg ke puncak pun ga perlu takut brodol di bensin brad’s. Yo wis semoga infonya bermanfaat makasih dah mampir n salam cah mbeling…

Tags:
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *